Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2016

Enam Siswi Indonesia ikut Kompetisi Inovasi Intel Internasional Enam Siswi Indonesia ikut Kompetisi Inovasi Intel Internasional

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
intel.com

Kompetisi intel internasional
Kompetisi intel internasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Semangat Kartini seakan terus menginspirasi kaum perempuan Indonesia masa kini. Tak terkecuali bagi kalangan muda perempuan di bidang sains, teknologi, enjinering, dan matematika (STEM).
Enam pelajar perempuan Indonesia akan mewakili Indonesia di ajang berkompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2016 yang diselenggarakan di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, pada 08-13 Mei 2016. Sebelumnya mereka terpilih setelah memenangi kompetisi sains Indonesia yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
Keenam perempuan itu akan berangkat bersama enam pelajar laki-laki yang juga memenangi ajang serupa. Marketing Director Intel Indonesia Rini F Hasbi mengatakan Intel memiliki komitmen global bagi para perempuan di seluruh dunia. "Intel juga berupaya untuk memberdayakan perempuan serta anak-anak perempuan dengan mempromosikan peluang kesetaraan gender agar mereka dapat berpartisipasi dan berhasil dalam ekonomi global," ujar dia di Jakarta berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id.
Karena itulah, Rini menyatakan, Intel mendorong pelajar di Indonesia, baik perempuan atau laki-laki, untuk berkompetisi di tingkat internasional dalam bidang STEM. Intel mendukung semangat generasi muda untuk mempelajari STEM bagi masa depan dunia. "Intel ISEF adalah kompetisi sains internasional untuk pelajar terbesar dunia, sebagai forum tahunan bagi lebih dari 1.700 pelajar SMA dari lebih 75 negara dari seluruh dunia. 

Pada acara ini, para inovator muda berbagi ide, memamerkan riset mutakhir, dan berkompetisi untuk memperebutkan lebih dari 5 juta dolar AS dalam bentuk penghargaan dan beasiswa. Setiap tahun, sekitar 7 juta pelajar SMA di seluruh dunia mengembangkan proyek-proyek riset orisinal dan mempresentasikan karya mereka di kompetisi sains lokal agar bisa mengikuti Intel ISEF. Hanya yang terbaik dan paling cemerlang yang diundang untuk berpartisipasi dalam perayaan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika selama seminggu ini.
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/05/04/o6mvqa349-enam-siswi-indonesia-ikut-kompetisi-inovasi-intel-internasional

Minggu, 01 Mei 2016

Indonesia Raih Juara I dan III Debat Bahasa Arab Internasional


www.kpmjbmesir.org, Kairo (20/04). Sebuah kabar menggembirakan datang dari delegasi Indonesia 
yang berhasil meraih predikat Juara I dan III dalam ajang Debat Bahasa Arab Internasional pertama di Kairo. Acara ini diadakan di Aula Robithoh Al-Azhar, Hay Sadis dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Ghana. 

Ajang Internasional bergengsi yang diselenggarakan sejak 16 April 2016 tersebut merupakan gebrakan terbaru dan pertama di Kairo yang diadakan oleh Forsema untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Arab baik verbal maupun tulisan. Forsema dalam pelaksanaanya bekerja sama dengan Bagian Urusan Mahasiswa Asing Robithoh Al-Azhar, lembaga yang mengurusi mahasiswa dan alumni Al-Azhar.


Indonesia menjadi pemenang setelah bersaing ketat dengan tiga negara lainnya dalam babak penyisihan sampai final, yaitu Singapura, Malaysia, dan Ghana. Indonesia berhasil meraih poin tertinggi dengan mengumpulkan 853 poin dalam sesi final melawan Singapura.

Indonesia berhasil mempresentasikan hasil debat yang bertema, "Paham kaidah bahasa Arab tanpa kepandaian dalam berbicara lebih utama dari pada pandai bicara tanpa paham kaidah bahasa Arab."

Capaian Indonesia juara dalam International Arabic Debate Contest menjadi hal istimewa mengingat lomba bertaraf internasional tersebut baru pertama kali diadakan di Kairo, bertepatan ketika Indonesia menjadi tuan rumah tahun ini. Indonesia merebut juara I dan juara III sekaligus, dan dengan keberhasilan itu, maka secara tidak langsung Indonesia berhasil mengangkat prestasi dalam segi keilmuan Bahasa Arab.

Berikut rincian pemenang Juara International Arabic Debate Contest:

Tim Indonesia A (Juara I):
1. Ahmad Ghazali
2. Jami'ul Ulum
3. Nussi Annasani

Tim Indonesia B (Juara III):
1. Ibnu Al-Hafizh
2. Muchtar Makin
3. Zahid M. AlFath

"Terakhir kami ucapkan selamat kepada semua para pemenang dalam lomba debat Bahasa Arab tahun ini, semoga di tahun mendatang kami dapat mengadakan acara semacam ini lebih baik, dan dengan peserta yang lebih banyak juga konsep yang lebih baru" ungkap Dr. Kholid, Amin Fatwa Dar al-ifta' al-Mishriyyah. (Chika)
http://www.kpmjbmesir.org/2016/04/indonesia-raih-juara-i-dan-iii-debat.html?m=1

Jumat, 25 Maret 2016

Menristek : Kalau Mau Kuliah Tapi Tidak Dapat Beasiswa, Hubungi Saya

 


Menristek, M
Menristek, Muhammad Nasir. Int
Jawa Tengah, LiputanLIMA.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir menjamin kepada seluruh siswa yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, termasuk anak-anak petani dari keluarga kurang mampu dapat kuliah gratis di kampus-kampus milik pemerintah di seluruh Indonesia.
“Tidak ada alasan lagi anak miskin tidak kuliah,” kata Nasir saat berdialog dengan para petani di Desa Karangsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Siswa yang telah lulus SMA, kata dia, hanya perlu mengikuti seleksi di universitas atau perguruan tinggi negeri. Jika lulus, calon mahasiswa dapat langsung mengajukan beasiswa di kampus masing-masing.
“Kalau sudah diterima tapi tidak dapat beasiswa, hubungi saya. Biar saya panggil rektornya,” tegasnya.
Pada tahun 2016, pemerintah menyediakan beasiswa Bidik Misi untuk 60 ribu mahasiswa dari keluarga tak mampu. Khusus porgram ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,3 triliun.
Nasir mengatakan, program Bidik Misi ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan. “Untuk memutus mata rantai kemiskinan itu, pendidikan menjadi hal utama,” tambah mantan rektor Universitas Diponegoro ini.
http://liputanlima.com/edukasi/2016/03/24/menristek-kalau-mau-kuliah-tidak-dapat-beasiswa-hubungi

Kamis, 24 Maret 2016

Potret SMK N 6 HALTENG, PENITI PATANI TIMUR HALMAHERA TENGAH TERNATE INDONESIA