Senin, 09 Januari 2017

Bisnis Jeblok, Bangkit Berkat Kepercayaan Relasi Lama

Optimistis Berbisnis di Situasi Tak Pasti (27): Alexander Raya

PROKAL.COMerosotnya perekonomian Kaltim akibat harga komoditas pertambangan yang anjlok, hampir membuat seorang Alexander Raya bangkrut. Namun, hubungan yang baik dengan relasi bisnis berhasil membawanya kembali survive.
TITIK terendah dalam berbisnis belum lama dialami pengusaha yang akrab disapa Alex ini. Yakni dalam tiga tahun belakangan, saat perekonomian di Kaltim menunjukkan grafik menurun. Bisnis suplai alat automatic lubrication systems dan automatic fire suppression systems yang digarapnya sejak bertahun-tahun, ikut tergerus.
 “Bisnis saya ini lebih pada maintenance alat berat. Dulu, alat berat di Kaltim memang sangat laris digunakan untuk tambang. Tapi belakangan, saya merasakan tantangan yang sebenarnya. Kinerja perusahaan saya ikut jatuh, bahkan sampai menggadaikan sejumlah aset,” kata Alex, menceritakan tren bisnis yang digelutinya.
Berbisnis sejak 2010, dia mengaku sempat mengalami masa-masa jaya. Permintaan pasokan dan perawatan alat berat per tahun bisa mencapai 40 unit.
Selang beberapa tahun, tepatnya 2015, dia benar-benar merasakan perbedaan. Dalam rentang waktu yang sama, perusahaannya hanya bisa memasok maksimal delapan unit.
“Ya bayangkan saja, alat berat ketika tambang lesu. Banyak alat tidak terpakai, bahkan ditarik leasing,” kata pemilik PT Liotec Mitra Utama ini.
Kondisi tersebut, diakui Alex sangat mengujinya. Namun, dia tak patah arang. Beberapa bulan menjalani situasi sulit, optimismenya pun terjawab PT Intraco Penta, perusahaan yang sebelumnya memperkerjakan Alex, memintanya terlibat dalam sebuah memiliki project pertambangan emas di Sulawesi Utara. Dari sisi revenue, dia menyebut nilainya tak kalah besar dibanding bidang yang digeluti sebelumnya.
“Saya sempat kaget. Sebelumnya, saya berada di posisi terpuruk. Namun kembali naik, dan bahkan menjadi capaian tertinggi dalam karier usaha saya,” tutur penyuka golf ini.
Meski begitu, kerja sama tidak dia dapat dengan mudah. Namun dengan proses yang cukup lama, dan itu berkat kepercayaan yang dia tanamkan pada perusahaan tersebut sebelumnya.
Ayah satu anak ini bekerja di PT Intraco Penta, yang juga membidangi alat berat, pada 2002 lalu. Kendati hanya karyawan kontrak, dia tetap menunjukkan etos kerja terbaik. Kariernya pun melesat hingga ke level manajerial dalam tiga tahun berikutnya.
Sampai pada 2010, dia memutuskan keluar dari perusahaan, dan memutuskan berbisnis. Saat kariernya sedang menanjak.
Namun, dari keputusan itulah, jejaring relasi kembali dia bangun satu demi satu, hingga mengenal banyak orang. “Saya waktu itu gambling. Sukses tidaknya saya tidak tahu. Untuk membuat PT saja saya harus berutang kepada teman yang seorang notaris,” ungkapnya.
Jejaring yang dirintisnya langsung membuatnya akrab dengan banyak orang. Maka tak heran, saat satu sektor usaha yang dilayaninya sedang terpuruk, dia mendapat tawaran dari sektor lain yang tak kalah potensial. (aji/man/k15)
http://kaltim.prokal.co/read/news/288820-bisnis-jeblok-bangkit-berkat-kepercayaan-relasi-lama.html